Wisata Ukiran Jepara > Perjalanan Customer Bapak Indra Melihat Eloknya Ukiran Kayu di Jepara

Kalau bertandang ke Jepara, Jawa Tengah, karenanya Anda akan memperhatikan bahwa jantung kabupaten ini adalah industri mebel dan kerajinan kayu. Hal itu akan kelihatan jelas lebih-lebih di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Di kanan kiri jalan, terdapat puluhan warung atau showroom yang menampilkan aneka mebel dan kerajinan kayu seperti hiasan dinding, patung kayu, asbak dan lainnya. Jalan Soekarno-Hatta terletak hanya sekitar tiga kilometer sebelum pusat Jepara. Pusat mebel ini berlokasi pada jalan utama menuju sentra kota dari arah Semarang.
Jadi, tiap-tiap orang yang datang ke Jepara pasti melewati wilayah ini. Sentra mebel juga bisa dikatakan salah satu tujuan tamasya bagi orang-orang yang mengunjungi kota kelahiran Raden Ajeng Kartini itu.Wiata Perjalanan di mulai dari penjemputan di Hotel Ciputra Semarang dengan client kami Pak Indra yang meminta perjalanan melihat lihat showroom mebel jepara di kawasan kota ukir kami.
melihat furniture di desa tahunan
Pusat mebel dan kerajinan kayu di Tahunan ini adalah sentra penjualan. Berbeda dengan sentra mebel ukir di Desa Senenan, tak ada perajin mebel di pusat mebel dan kerajinan kayu Tahunan.

Saat KONTAN mengunjungi sentra ini pada bulan lalu, pusat ini relatif ramai oleh pembeli. Ada pula pembeli asing yang datang ke pusat ini. Nukmatul Ummah, pemilik Marjan Ukir Putri mengatakan, sentra mebel dan kerajinan kayu Tahunan sudah ada semenjak 1980-an. Namun kala itu cuma ada kurang dari 10 showroom.

Baru saat 1990-an, Tahunan diramaikan oleh ratusan showroom yang memasarkan aneka mebel dan kerajinan dari kayu. Puncaknya, pada 1998 ketika krisis moneter melanda Indonesia. “Waktu itu kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat melemah jadi pedagang bisa untung banyak. Jadi, bermunculanlah pedagang-pedagang baru yang mendirikan showroom di Tahunan,” ujarnya.

Hanya masa emas itu hanya seumur jagung. Menjelang tahun 2000-an, kata Nukmatul, beberapa pedagang gulung tikar. Permintaan dari luar negeri mulai berkurang tajam. Malah sekarang, kebanyakan pedagang di sentra mebel Tahunan hanya fokus memenuhi permintaan dalam negeri saja.

Nukmatul bercerita, dia sempat mengalami masa kejayaan mebel Jepara pada 1997. Dia mengirim sampai puluhan kontainer ke luar negeri, terutamanya ke Eropa, seperti Prancis dan Rusia. “Omzet dulu sampai ratusan juta rupiah, tapi sekarang per bulan hanya Rp 50 juta,” tuturnya.
pusat kerajinan ukiran
Amin Rohamin, pedagang lain, mengamini. Dikala jaya dulu, biasanya para pedagang sampai memiliki gudang mebel dan kerajinan kayu sendiri untuk menyimpan stok barang. Kini, aset mereka kebanyakan tinggal showroom saja di Tahunan.

Amin sendiri bisa mengantongi omzet sekitar Rp 30 juta-Rp 40 juta sebulan. Omzet bertambah 30% dikala memasuki Lebaran atau tamasya sekolah. Dikala-dikala itu pengunjung Jepara meningkat sehingga penjualan juga naik.

Tony Irawan, pemilik kios Archardz Jati Furniture, menambahkan, produk yang dijual tiap showroom di pusat mebel Tahunan mempunyai harga yang hampir sama. Tony, seumpama, memasarkan produk mebel dengan kisaran harga Rp 200.000 hingga Rp 13 juta.

Ketika ditanyakan omzet, Tony mengaku hanya bisa mendapatkan Rp 20 juta dalam sebulan. Omzet melesat kala memasuki Lebaran tiba bisa sampai Rp 50 juta sebulan. “Nanti ramai lagi dikala menjelang awal tahun,” ujarnya.Itu sedikit saya tanya tanya ke beberapa pedagang sembari mengantar bapak Indra untuk melihat-lihat aneka ragam kerajinan di daerah tahunan karena bapak indra adalah salah satu kepala perusahaan kontraktor yang sedang mencari beberapa barang untuk proyek kantornya. Nah, untuk anda yang menginginkan pelayanan jasa transportasi sewa mobil jepara untuk mengelilingi aneka tempat furniture di jepara maupun untuk menggunakan jasa sewa mobil jepara guna tujuan wisata maupun keperluan lainnya. Silahkan langsung cus hubungi kami saja

Incoming search terms:

  • sewa mobil lepas kunci wilayah batang
Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *